MENYAMBUT IDUL ADHA, PERHATIKAN CARA MEGOLAH DAGING YANG TEPAT

Jika anda tidak bisa menyimpan dan mengolahnya dengan baik, daging menjadi cepat busuk dan mengandung berbagai patogen seperti E Coli, Salmonella, dan Listeria.

Jakarta – Hari Raya Idul Adha mevnjadi momen bagi umat muslim untuk beribadah kurban, mulai dari Sapi, Kerbau, dan Kambing akan disembelih pada Rabu, 22 Agustus 2018 ini. Tak heran jika di penghujung hari akan berlimpah daging. Namun, jika anda tidak bisa menyimpan dan mengolahnya dengan baik, daging menjadi cepat busuk dan mengandung berbagai patogen seperti E Coli, Salmonella, dan Listeria.

 

Menurut Schlunegger, CEO StopFoodBornellness.org dikutip dari Republika mengatakan, untuk menjaga keamanan daging, konsumen harus mengetahui suhu yang tepat. Daripada memesan daging di restoran mewah lebih baik menyimpan dan memasak daging dengan temperatur tertentu. Untuk penyimpanan sebaiknya keluarkan daging sapi maupun kambing dari kantong kresek hitam dan pisahkan ke beberapa wadah yang lebih kecil. Dengan ini, anda tidak perlu mencairkan seluruh daging beku jika hanya ingin menggunakan sebagian. Kemudian simpan daging di Freezer ber temperatur -18 oC, daging mentah hanya mampu bertahan 1 sampai 2 hari, sedangkan daging olahan mampu bertahan sampai 4 hari.

 

Sementara untuk pengolahan, tingkat kematangan menjadi indikator yang penting dalam mencegah pertumbuhan patogen, dalam hal ini lagi – lagi temperatur daging menjadi indikator pada saat dimasak. Menurut Wanda, Executive Sous Chef Intercontinental Midplaza Jakarta, kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu, daging sapi untuk olahan dengan kualitas yang bagus sudah bisa dikatakan matang ketika berada pada temperatur sekitar 55 oC. Sedangkan daging ayam sudah bisa dikatakan matang ketika suhu daging bagian dalamnya berada pada temperatur 74 oC. Hal yang berbeda akan ditemukan pada daging cincang, karena daging cincang disebut matang ketika temperaturnya 68-70 oC.

Pengukuran temperatur tersebut dapat dengan mudah dilihat menggunakan alat ukur temperatur makanan, yaitu termometer makanan analog, maupun digital. Keunggulan menggunakan termometer makanan adalah hasil yang didapat akurat sehingga membantu anda mendeteksi tempatur yang pas untuk makanan anda. Selain itu, banyak termometer makanan digital saat ini yang memiliki fungsi memori yaitu dapat mengingat temperatur terendah dan tertinggi selepas anda mengolah. Termometer pun dapat menggunakan dua skala yaitu Celcius dan Fahrenheit.

Lindungi diri anda dan keluarga dari berbagai penyakit dengan mulai memasak makanan sehat dengan temperatur yang tepat. Momentous menyediakan berbagai macam Alat Ukur Temperatur mulai dari proses makanan mentah sampai makanan siap saji, jangan ragu untuk menghubungi kami jika anda memiliki pertanyaan maupun penawaran! Untuk melihat katalog lengkap kami mengenai Alat Ukur Temperatur klik disini