WASPADAI ANCAMAN BADAI MELANDA TANAH AIR

Memasuki pertengahan bulan September, sebagian wilayah Dunia mengalami ancaman Badai. Apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapinya?

Memasuki pertengahan bulan September, sebagian wilayah Dunia mengalami ancaman Badai, salah satunya di bagian Tenggara Amerika Serikat (AS), lebih dari satu juta warganya dievakuasi lantaran peningkatan status Badai Florence dari kategori 3 ke kategori 5. Perintah evakuasi dikeluarkan untuk daerah pesisir Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Virginia. Evakuasi dilakukan pada Selasa (11/9/18) sore dengan mengimbau warga pergi sejauh 320 km dari pinggir pantai.

Tanah air sendiri juga sedang bersiap menghadapi datangnya Badai Tropis, yakni badai Mangkhut yang akan menerjang wilayah Sumatera Barat hingga Malaysia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengeluarkan peringatan dini atas dampak yang ditimbulkan atas badai tersebut. BMKG menyebutkan, Siklon Tropis Mangkhut bergerak dengan kecepatan angin maksimum 105 knot atau setara 195 km/jam yang membuat Badai Mangkhut sendiri masuk ke kategori 3 dalam skala badai Saffir – Simpson.

Dikutip dari news.okezone.com, Dampak Badai sendiri mengakibatkan hujan lebat, angin kencang, disertai petir dan kilat. Dampak yang ditimbulkan ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 hari, terhitung 11 – 13 September. Wilayah yang berpotensi hujan lebat, angin kencang, serta kilat/petir pada kurun waktu tersebut disebutkan Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Papua Barat.

 Dampak paling buruk diperkirakan rumah akan mengalami kerusakan atap dan bangunan , banyak pohon akan tumbang, dan listrik maupun air akan mengalami penghentian selama beberapa hari. Pemerintah dan BMKG menghimbau warga untuk bersiap dan tidak keluar rumah pada saat kilat/petir sedang terjadi.

Selain badai Florence yang akan melanda AS, Salah satu badai yang mencapai kategori 5 adalah Badai Katrina yang melanda AS pada 23 – 30 Agustus 2005. Kecepatan Badai itu mencapai 280 km/jam. Badai tersebut dikatakan menjadi salah satu badai terburuk sepanjang sejarah.

Untuk mengantisipasi maupun mengetahui curah hujan yang akan datang, BMKG sendiri sudah menggunakan Alat Ukur Cuaca Otomatis yang diletakan di berbagai titik di Indonesia, yang berguna untuk memantau kondisi iklim dan cuaca di Indonesia dari jarak jauh sehingga dapat dikeluarkan peringatan dini maupun ramalan cuaca sehari-hari untuk warga Indonesia.