BERKENALAN DENGAN EVANGELISTA TORICELLI, SANG PENEMU BAROMETER

In: Newsletter On: Thursday, October 11, 2018 Comment: 0 Hit: 224

Barometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Barometer umum digunakan dalam peramalan cuaca, di mana tekanan udara yang tinggi menandakan cuaca yang "bersahabat", sedangkan tekanan udara rendah menandakan kemungkinan badai

Toricelli dan Barometernya, foto: Chemistry World

Jakarta - Barometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Barometer umum digunakan dalam peramalan cuaca, di mana tekanan udara yang tinggi menandakan cuaca yang "bersahabat", sedangkan tekanan udara rendah menandakan kemungkinan badai.

 

Mulai dari memperkirakan cuaca, mengetahui posisi pesawat, sampai mengobati migrain dan arthritis, barometer menjadi bagian dalam kehidupan sehari – hari yang tidak dapat terlepas dari jasa Evangelista Torricelli yang menemukan barometer dikenal dengan sebutan “Torricelli’s tube”. Evangelista Torricelli lahir 15 Oktober 1608 di Faenza, Italia, ia meninggal pada 22 Oktober 1647 di Florence, Italia. Ia merupakan seorang fisikawan dan matematikawan.

 

Dilansir dari Thoughtco, Evangelista Torricelli pindah ke Florence untuk membantu seorang astronom, Galileo. Dari situlah Galileo menyarankan Evangelista untuk menggunakan merkuri dalam percobaan vakumnya.

 

percobaan Toricelli, foto: The Gas Laws

Evangelista mulai mengisi tabung kaca sepanjang empat kaki tersebut dengan merkuri, kemudian ia membalikkan tabung tersebut ke cawan. Dari percobaannya itu ia melihat beberapa merkuri tidak lepas dari tabung dan ia kemudian mengamati vakum yang diciptakannya.

 

Semenjak percobaan tersebut, Evangelista menciptakan vakum yang sustainable dan menemukan prinsip barometer sampai akhirnya ia menjadi ilmuwan pertama yang menciptakan percobaan tersebut.

 

Torricelli menyadari bahwa bervariasinya tinggi merkuri dari hari ke hari disebabkan oleh perubahan tekanan atmosfer, ia pun segera membuat barometer merkuri pertama di tahun 1644.

Pada 1843, seorang ilmuwan Prancis Lucien Vidie menemukan barometer aneroid, barometer kedua setelah penemuan Evangelista. Barometer aneroid mencatat perubahan bentuk sel logam yang dievakuasi untuk mengukur variasi tekanan atmosfer.Barometer aneroid ini tidak menggunakan cairan sama sekali karena biasanya sel logam terbuat dari tembaga fosfor.

Setelah penemuan Evangelista Torracelli dan Lucien Vidie ini terdapat instrumen terkait yaitu altimeter yang merupakan barometer aneroid untuk mengukur ketinggian. Ahli metereologi menggunakan altimeter untuk mengukur ketinggian sehubungan dengan tekanan permukaan air laut.

PT Momentous Instrumindo menyediakan beragam barometer untuk kebutuhan industri maupun pribadi anda, masih bingung barometer apa yang sebaiknya anda pakai? Jangan ragu untuk konsultasi dengan kami di (021) 6232 0511/0111

Comments

Leave your comment