CATAT 5 SEKTOR UTAMA DALAM MAKING INDONESIA 4.0!

In: Newsletter On: Wednesday, November 28, 2018 Comment: 0 Hit: 138

kementrian perindustrian bersama dengan Presiden RI Joko Widodo telah menyusun inisiatif “Making Indonesia 4.0” untuk mengimplementasikan strategi dan Peta Jalan 4IR di Indonesia

Jakarta - Fourth Industrial Revolution (“4IR”) atau Revolusi Industri 4.0 tidak hanya berpotensi luar biasa dalam merombak industri, tapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Kita telah melihat banyak negara, baik negara maju maupun negara berkembang, yang telah memasukkan gerakan ini ke dalam agenda nasional mereka sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya saing di kancah pasar global. 4IR sudah pasti akan menuju Indonesia dan kita siap untuk mengimplementasikannya . Sambut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Memasuki Era Revolusi Industri ke-4 memang mendorong negara – negara berkembang untuk berkomitmen membangun industri manufaktur yang kokoh. Tidak lepasnya Indonesia.

 

Maka dari itu kementrian perindustrian bersama dengan Presiden RI Joko Widodo telah menyusun inisiatif “Making Indonesia 4.0” untuk mengimplementasikan strategi dan Peta Jalan 4IR di Indonesia. Peta Jalan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan pendidikan. Inisiatif Making Indonesia 4.0 ini memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktifitas tenaga kerja, sehingga dapat meningkatkan daya saing global dan mengangkat pangsa pasar ekspor global. Ekspor yang lebih tinggi akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, sehingga konsumsi domestik menjadi lebih kuat dan Indonesia dapat menjadi salah satu dari 10 besar ekonomi dunia.

 

Nantinya Indonesia akan membangun lima sektor manufaktur dengan daya saing regional. 4IR mencakup beragam teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), wearables, robotika canggih, dan 3D printing. Indonesia akan berfokus pada lima sektor utama untuk penerapan awal dari teknologi ini, yaitu (i) makanan dan minuman, (ii) tekstil dan pakaian, (iii) otomotif, (iv) kimia, dan (v) elektonik. Sektor ini dipilih menjadi fokus setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar. Indonesia akan mengevaluasi strategi dari setiap fokus sektor setiap tiga sampai empat tahun untuk meninjau kemajuannya dan mengatasi tantangan pelaksanaannya.

 

Di artikel selanjutnya kita akan membahas lebih detail mengenai ke-5 sektor diatas serta 10 Prioritas Nasional dan Dampak Ekonomi dalam Industri Manufaktur Indonesia. Cek artikel terkait Revolusi Industri 4.0 disini.

Comments

Leave your comment